SP 2

Kawasan Transmigrasi UPT. Sori Panihi SP 2 berada di Dusun Doro Mbolo, Desa Oi Panihi. Desa Oi Panihi merupakan hasil pemekaran dari Desa Kawinda Na’e pada tahun 2003. Sebelumnya, wilayah ini dikenal sebagai Dusun Ngguwu Ponda sejak 1967. Setelah pemekaran, Dusun Ngguwu Ponda resmi menjadi Desa Oi Panihi dan membentuk tiga dusun baru: Ngguwu Ponda, Kawinda Tengah, dan Doro Mbolo (RPJMDes Oi Panihi 2022-2028). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2025), luas wilayah Desa Oi Panihi tercatat sebesar 6,32 km², sementara dokumen RPJM Desa mencantumkan angka berbeda yaitu 4.000 hektare, dengan luas daratan sekitar 1.200 hektare atau 8,9 persen dari total wilayah. Area daratan tersebut terbagi ke dalam tiga dusun, tiga Rukun Warga (RW), dan tujuh Rukun Tetangga (RT), yakni Dusun Ngguwu Ponda yang mencakup RT 1 dan RT 2 (RW 1), Dusun Kawinda Tengah yang menaungi RT 3 dan RT 4 (RW 2), serta Dusun Doro Mbolo yang terdiri atas RT 5, RT 6, dan RT 7 (RW 3). Dusun Doro Mbolo ini yang kemudian menjadi rumah bagi UPT Sori Panihi SP. 2.
Kawasan Transmigrasi UPT. Sori Panihi SP 2 ditempatkan tahun 2002. Observasi menyimpulkan bahwa hasil transmigrasi SP 2 dimulai sejak 8 Januari 2003 (Data primer 2025). Penduduk transmigrasi yang datang sebanyak 250 KK atau 1.110 jiwa (Disnakertrans Prov. NTB, 2020). Sebanyak 150 KK berasal dari Bima, 50 KK berasal dari Lombok, dan 50 KK berasal dari warga setempat yang memiliki lahan di kawasan pemukiman untuk warga transmigrasi atau disebut juga translokal (Data primer, 2025). Lahan warga trans lokal kemudian dibagi dengan transmigran baru.
Pada masa awal penempatan transmigran SP 2 banyak mengalami kesulitan, mulai dari tanah berpasir sehingga sulit ditanami sampai terjadinya wabah malaria yang menyebabkan banyak orang meninggal pada tahun 2004. Sebagian transmigran tidak mampu beradaptasi dan memilih kembali ke daerah asal. Hal ini tercermin dalam Keputusan Bupati Bima No. 133 Tahun 2007 tentang Pencabutan Status Transmigran Pengganti UPT Sori Panihi SP.2, yang mencatat banyaknya lahan yang kemudian menjadi objek ganti rugi. Sebanyak 59 Kepala Keluarga (KK) membeli Lahan Pekarangan dan Lahan Usaha (LU) dari transmigran awal.
Sejak penempatan pertama pada 2001 hingga 2009, UPT Sori Panihi SP.2 berada di bawah pembinaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sebelum akhirnya status pembinaannya diakhiri pada 15 Oktober 2009 melalui penandatanganan Berita Acara Pengakhiran Status Pembinaan UPT Sori Panihi SP.2 Nomor 595/12/NAKERTRANS di Paruga Parenta, Kabupaten Bima, oleh perwakilan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Bima, bersamaan dengan penyerahan UPT Sori Panihi SP.1. Dengan penandatanganan tersebut, kewenangan pengelolaan UPT Sori Panihi SP.2 resmi diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bima.
Temuan demografi berdasarkan dokumen Surat Keputusan Bupati Bima Nomor 133 Tahun 2007 tentang pencabutan status transmigran dan penetapan transmigran pengganti di UPT. Sori Panihi SP.2 Kec. Tambora, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat tepatnya pada 26 Februari 2007, memuat daftar 59 nama transmigran yang dicabut haknya dan, secara bersamaan, 59 nama transmigran pengganti yang telah melakukan 'ganti rugi'. Setelah dokumen tersebut, demografi awal UPT. Sori Panihi SP 2 pada tahun 2002 terdata sebanyak 250 KK atau 1110 Jiwa (Disnakertrans NTB, 2020). Saat ini jumlah KK UPT. Sori Panihi SP 2 hanya sebanyak 125 KK atau setengah transmigran awal penempatan. Jumlah penduduk sebanyak 561 jiwa (SID Oi Panihi, 2025).
Secara umum, perekonomian Desa Oi Panihi masih bergantung pada sektor primer terutama pertanian dan perkebunan yang menjadi tumpuan utama kehidupan masyarakat. Tingkat pendapatan masyarakat Desa Oi Panihi berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta per bulan, dengan sifat fluktuatif terutama pada sektor pertanian dan nelayan yang sangat bergantung pada musim.
Sori Panihi SP 2. Komposisi penduduk didominasi oleh laki-laki sebanyak 645 jiwa dan perempuan sebanyak 465 jiwa, dengan sebagian besar berada pada usia produktif (20–55 tahun). Sektor pertanian dan perkebunan menjadi sumber penghidupan utama mata pencaharian masyarakat dengan 215 orang bekerja sebagai petani dan 200 orang sebagai petani kebun. Selain itu, terdapat 65 nelayan, 28 kuli bangunan, serta sebagian kecil penduduk yang bekerja di bidang perdagangan (20 orang), wiraswasta (15 orang), dan jasa angkutan (7 orang). Sementara itu, 37 orang tercatat tidak atau belum bekerja (RPJMDes Oi Panihi 2022-2025).

Data Umum Wilayah
Desa Administrasi Oi Panihi
Kepala Desa Sri Kurniatiningsih, S.E
Luas Desa Administrasi 3050 Ha
Luas Desa Dalam Wilayah Transmigrasi 1108 Ha
Jumlah Penduduk SP 125 KK
Kecamatan Administrasi Tambora
Kabupaten Administrasi Bima
Provinsi Administrasi Nusa Tenggara Barat
Akses jalan raya terdekat Dekat dengan jalan kolektor, didominasi oleh jalan lain
Data Sosial-Ekonomi dan Demografi
3 Pekerjaan Dominan Petani, Petani Kebun, Nelayan
Pendapatan Rp2.500.000 - Rp3.500.000
Jumlah Petani 215 Orang/desa, 70 Orang/SP2
Jumlah Peternak 10 Orang/desa
Jumlah Nelayan 65 Orang/desa, 1 Orang/SP2
Data Komoditas Pertanian
Luas Lahan Pertanian 1331.43 Ha
Luas Sawah Calon LP2B 131.73 Ha
Luas Sawah Non LP2B 7.02 Ha
Luas Tegalan Calon LCP2B 784.22 Ha
Luas Tegalan Non LCP2B 408.45 Ha
Jumlah Komoditas Pertanian 5 Komoditas
Jenis Komoditas Pertanian Jagung, Jambu Mete, Padi, Kacang Tanah, dan Wijen
Jumlah Poktan 6 Poktan
Jumlah Gapoktan 2 Gapoktan
Fasilitas Pendukung Pertanian -
Keberadaan Produk Turunan -
Produktivitas Komoditas Jagung 7 Ton/ha
Luas Komoditas Jagung 500 Ha/desa, 125 Ha/SP2
Harga Komoditas Jagung Rp4.000-Rp4.400/kg
Produktivitas Komoditas Padi 21 Ton/ha
Luas Komoditas Padi 10 Ha/SP2
Harga Komoditas Padi -
Produktivitas Komoditas Kacang Tanah -
Luas Komoditas Kacang Tanah 100 Ha/desa, 2 Ha/SP2
Harga Komoditas Kacang Tanah Rp12.000/kg
Produktivitas Komoditas Ubi Jalar Tidak ada
Luas Komoditas Ubi Jalar Tidak ada
Harga Komoditas Ubi Jalar Tidak ada
Produktivitas Komoditas Ubi Kayu Tidak ada
Luas Komoditas Ubi Kayu Tidak ada
Harga Komoditas Ubi Kayu Tidak ada
Produktivitas Komoditas Cabai Tidak ada
Luas Komoditas Cabai Tidak ada
Harga Komoditas Cabai Tidak ada
Produktivitas Komoditas Jambu Mete 2 Ton/ha
Luas Komoditas Jambu Mete 300 Ha/desa, 125 Ha/SP2
Harga Komoditas Jambu Mete Rp19.000-22.000/kg
Produktivitas Komoditas Wijen 4 Ton/ha
Luas Komoditas Wijen 5 Ha/SP2
Harga Komoditas Wijen Rp15.000/kg
Produktivitas Komoditas Pisang Tidak ada
Luas Komoditas Pisang Tidak ada
Harga Komoditas Pisang Tidak ada
Produktivitas Komoditas Tembakau Tidak ada
Luas Komoditas Tembakau Tidak ada
Harga Komoditas Tembakau Tidak ada
Produktivitas Komoditas Jeruk Tidak ada
Luas Komoditas Jeruk Tidak ada
Harga Komoditas Jeruk Tidak ada
Data Komoditas Peternakan
Jumlah Komoditas Ternak 4 Komoditas
Jenis Komoditas Ternak Sapi, Kambing, Kuda, Ayam
Produksi Ternak -
Fasilitas Pendukung Peternakan 7 Kandang Kambing
Produk Turunan Komoditas Ternak -
Data Komoditas Perikanan dan Kelautan
Jumlah Komoditas Perikanan dan Kelautan 6 Komoditas
Jenis Komoditas Perikanan dan Kelautan Gurita, Cumi, Cakalang, Tuna, Teri Nasi, Ikan Terbang
Produksi Perikanan dan Kelautan -
Fasilitas Pendukung Perikanan dan Kelautan 30 Perahu/esa, 1 Perahu/SP2, 1 Perahu/dermaga
Produk Turunan Perikanan dan Kelautan -
Data Lingkungan dan Biofisik
Ketinggian Rata-rata 71,82 m
Kelerengan Rata-rata 0.0794
Tanah Dominan Ustipsamments , Haplustands
Curah Hujan Rata-rata Harian 8.08 mm/hari
Total Curah Hujan Tahunan 2949 mm
Suhu Rata-rata Tahunan 27.76 °C
Suhu Rata-rata Harian Permukaan Tanah Siang Hari 40.11°C
Evapotranspirasi Tahunan 1.54 mm
Risiko Bencana Tanah Longsor Rendah
Risiko Bencana Kekeringan Tinggi
Risiko Bencana Letusan Gunung Berapi Rendah
Risiko Bencana Banjir Bandang Sedang
Risiko Bencana Gempa Bumi Tinggi
Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Sedang
Risiko Bencana Cuaca Ekstrim Tinggi
Risiko Bencana Likuefaksi Tanah Sedang
Nilai Rata-rata NDVI 0,61
Kelembapan Relatif (RH) 78,98%
Unsur Hara dan Retensi Hara
Persiapan Contoh Tanah 1
pH H2O 6,63
pH KCl 4,97
C-Organik 1,42 %
N-Total 0,24 %
P-Tersedia (Olsen) 72,0 ppm P₂O₅
KTK 20,6 cmol/kg
Mg-dd 3,47 cmol Mg/kg
Ca-dd 8,70 cmol Ca/kg
K-dd 2,76 cmol K/kg
Na-dd 0,27 cmol Na/kg
Al-dd 0,38 cmol Al/kg
H-dd 0,47 cmol H/kg
P Potensial 181 mg P₂O₅/100g
K Potensial 191 mg K₂O/100g
K-Tersedia (Olsen) 124 ppm K₂O
Kejenuhan Basa Keterbatasan air/saluran irigasi, pertanian Tadah Hujan, Jalan usaha rusak, Sistem pertanian tradisional, tidak ada pengolahan pertanian dan Keterbatasan akses permodalan
Sodisitas 9.88
Hara Tersedia 0.0178
Retensi Hara Tinggi
Data Teknis dan Tantangan Lapangan
Keluhan atau Hambatan Teknis Terkait Komoditas Pertanian Tadah Hujan dan Akses jalan usaha tani kurang baik