Profil Kawasan Transmigrasi Tambora

Eksplorasi potensi dan kegiatan Patriot di Kecamatan Tambora

Gambaran Umum Kawasan

Kawasan Transmigrasi Tambora, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat. Kawasan ini mencakup 2 kecamatan yaitu Kecamatan Sanggar dan Kecamatan Tambora (Disnakertrans NTB, 2020). Luas wilayah kawasan transmigrasi Tambora ialah 23.062 Ha. Luas hak pengelolaan lahan 2.450,03 Ha dengan 2.046,01 sudah termanfaatkan sehingga HPL tersisa 4040,02 Ha (Gamawati et al, 2020). Fokus penelitian di wilayah Kawasan Transmigrasi Tambora yang berada dalam lingkup distrik Kecamatan Tambora, Kab. Bima, NTB. Secara geografis, variasi topografi di sekitar kawasan terdiri dari dataran pesisir, perbukitan, hingga pegunungan menjadikan kawasan ini kaya akan sumber daya alam. Potensi tersebut membuka peluang pengembangan pertanian di berbagai subsektor, mulai dari pertanian dan perkebunan, peternakan, hingga perikanan yang didukung oleh garis pantai yang panjang. Kecamatan Tambora sebagai rumah bagi kawasan transmigrasi memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor pertanian ditunjukkan oleh ragam komoditas unggulan yang sudah diusahakan masyarakat. Meskipun menghadapi tantangan berupa lahan kering, minimnya pengairan pertanian, dan berbagai tantangan lainnya. Berikut Tinjauan Satuan Pemukiman (SP) di Tambora.

SP (Tahun Buka) Status Terkini / Perkembangan Tantangan Utama / Karakteristik
SP 1 (2000) Sudah menjadi Desa Mandiri Rasabou pada tahun 2012 setelah ditempati oleh 232 KK. Pertanian Tadah Hujan dan Kerusakan jalan usaha.
SP 2 (2003) Integrasi Transmigran dan Lokal. Dibentuk dengan 250 KK, termasuk 50 KK warga lokal. Kini sudah bergabung dengan desa induk, menjadi dusun Doro Mbolo. Pertanian Tadah Hujan dan Kerusakan jalan usaha.
SP 3 (2005) Pemekaran Wilayah. Diserahkan ke desa pada 2007 dan berkembang menjadi dua dusun: Oi Marai dan Mpode. Pertanian Tadah Hujan, Sulitnya akses sinyal serta Kerusakan jalan usaha.
SP 4 (2006) Populasi Kritis. Dimulai dengan 200 KK namun kini hanya 19 KK yang menetap. Pertanian Tadah Hujan, Sulitnya akses sinyal serta Kerusakan jalan usaha.
SP 5 (2009) Sulitnya akses menuju jalan usaha karena rusak akibat banjir. Pertanian Tadah Hujan, Sulitnya akses sinyal serta Kerusakan jalan usaha.
SP 6 (2014) Ketidakjelasan status administrasi dan hak lahan usaha transmigran. Ketidakjelasan status administrasi, Sulitnya akses menuju jalan usaha karena rusak akibat banjir.

Potensi Kawasan

Kawasan Transmigrasi Tambora memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Meskipun menghadapi kondisi lahan kering dan tantangan infrastruktur, masyarakatnya beradaptasi dengan berbagai inovasi seperti pengolahan hasil pertanian dan pengembangan ekonomi lokal berbasis komunitas.

Satuan Permukiman

SP 1

SP 1

Kawasan Transmigrasi UPT. Sori Panihi SP 1 ditempatkan tahun 2001. Sekitar 200 kepala keluarga atau...

Lihat Detail
SP 2

SP 2

Kawasan Transmigrasi UPT. Sori Panihi SP 2 berada di Dusun Doro Mbolo, Desa Oi Panihi. Desa Oi Panih...

Lihat Detail
SP 3

SP 3

Kawinda To’i ditetapkan sebagai lokasi induk yang siap menampung tiga unit transmigrasi yakni SP 3,...

Lihat Detail
SP 4

SP 4

UPT Sori Panihi SP 4 terletak diantara Dusun Danakala, Desa Kawinda Toi. Kawasan Transmigrasi UPT. S...

Lihat Detail
SP 5

SP 5

UPT Sori Panihi SP 5 terletak diantara Dusun Sori Nae, Desa Kawinda Toi. Kawasan Transmigrasi UPT. S...

Lihat Detail
SP 6

SP 6

Kawasan Transmigrasi UPT. Sori Panihi SP 6 ditempatkan tahun 2012, 2013, dan 2014 dengan total 375 K...

Lihat Detail