SP 5

UPT Sori Panihi SP 5 terletak diantara Dusun Sori Nae, Desa Kawinda Toi. Kawasan Transmigrasi UPT. Sori Panihi SP 5 ditempatkan tahun 2009 dan 2010 (Disnakertrans Kab. Bima, 2025). Pemerintah lokal secara resmi mengusulkan pembukaan SP 5 karena masih banyak lahan tidur yang perlu dimanfaatkan. Pengembangan kawasan ini tertuang dalam surat Keputusan Bupati Bima Nomor 315 Tahun 2006 Tanggal 14 April 2006 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Unit Pemukiman Baru (UPTB) di Desa Kawinda Toi Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, dengan luas pencanangan areal kurang lebih 410 Ha. Terdapat 2 kali penempatan UPT. Sori Panihi SP 5 yakni 20 Desember 2009 sebanyak 100 KK atau 473 Jiwa, lalu penempatan kedua tanggal 28 Oktober 2010 sebanyak 100 KK atau 433 Jiwa (Disnakertrans Kab. Bima, 2025). Adapun hasil temuan dilapang menyatakan bahwa perkembangan SP 5 berawal pada 11 Muharram tepatnya hari Jumat November 2009. Perbedaan waktu penempatan ini memunculkan istilah ‘Transmigran Lama dan Transmigran baru’ di kalangan masyarakat. Para transmigran berasal dari beragam latar belakang yakni Lombok, Bima, Makassar, hingga warga Bali (Data primer 2025). Beberapa di antaranya merupakan hasil relokasi dari proyek pembangunan Bendungan Pandan Dure sehingga mengikuti program transmigrasi. Namun seiring dinamika waktu, tidak semua transmigran bertahan. Kini hanya tersisa 52 KK termasuk warga lokal yang hidup berdampingan (Data primer, 2025). Kawasan Transmigrasi UPT. Sori Panihi SP 5 menghadapi berbagai tantangan antara lain sulitnya akses sinyal komunikasi, kerusakan jalur jalan akibat banjir, serta minimnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan transmigrasi. Pertanian masih menjadi tumpuan utama sementara hasil hutan seperti madu menjadi alternatif sumber penghasilan.
Demografi awal penempatan UPT. Sori Panihi SP 5 pada tahun 2009 dan 2010 sebanyak 200 KK atau 906 Jiwa. Penempatan warga Transmigran di UPT Sori Panihi SP.5 dilakukan dalam dua tahap yaitu pada Desember 2009 melalui Keputusan Bupati Bima Nomor 983 Tahun 2009 Tanggal 31 Desember 2009/ 14 Muharram 1431 H sebanyak 100 KK atau 473 jiwa. Dan pada Oktober 2010 melalui Keputusan Bupati Bima Nomor 188.45/917/003/2010 tanggal 21 Desember 2010 sebanyak 100 KK atau 433 jiwa (Disnakertrans NTB, 2020). Saat ini jumlah Jiwa UPT. Sori Panihi SP 5 hanya 67 KK atau 176 jiwa (Data primer, 2025).

Data Umum Wilayah
Desa Administrasi Kawinda To'i
Kepala Desa Iskandar
Luas Desa Administrasi 35895 Ha
Luas Desa Dalam Wilayah Transmigrasi 3660 Ha
Jumlah Penduduk SP 176 Jiwa
Kecamatan Administrasi Tambora
Kabupaten Administrasi Bima
Provinsi Administrasi Nusa Tenggara Barat
Akses jalan raya terdekat Dekat dengan jalan kolektor, didominasi oleh jalan lain
Data Sosial-Ekonomi dan Demografi
3 Pekerjaan Dominan Petani, Peternak, Nelayan
Pendapatan Rp700.000-Rp2.000.000
Jumlah Petani 83 Orang
Jumlah Peternak 44 Orang
Jumlah Nelayan 10 Orang
Data Komoditas Pertanian
Luas Lahan Pertanian 2295.70 Ha
Luas Sawah Calon LP2B 227.38 Ha
Luas Sawah Non LP2B 405.17 Ha
Luas Tegalan Calon LCP2B 551.38 Ha
Luas Tegalan Non LCP2B 1061.74 Ha
Jumlah Komoditas Pertanian 5 Komoditas
Jenis Komoditas Pertanian Pisang, Jagung, Kacang Tanah, Tembakau, Jambu Mete
Jumlah Poktan 1 Kelompok
Jumlah Gapoktan -
Fasilitas Pendukung Pertanian Saluran Irigasi, Jalan Usaha Tani, Tower Sinyal, Lumbung, Tempat Penjemuran
Keberadaan Produk Turunan -
Produktivitas Komoditas Jagung -
Luas Komoditas Jagung 20 Ha
Harga Komoditas Jagung Rp4.500/kg
Produktivitas Komoditas Padi Tidak ada
Luas Komoditas Padi Tidak ada
Harga Komoditas Padi Tidak ada
Produktivitas Komoditas Kacang Tanah -
Luas Komoditas Kacang Tanah 5 Ha
Harga Komoditas Kacang Tanah -
Produktivitas Komoditas Ubi Jalar Tidak ada
Luas Komoditas Ubi Jalar Tidak ada
Harga Komoditas Ubi Jalar Tidak ada
Produktivitas Komoditas Ubi Kayu Tidak ada
Luas Komoditas Ubi Kayu Tidak ada
Harga Komoditas Ubi Kayu Tidak ada
Produktivitas Komoditas Cabai Tidak ada
Luas Komoditas Cabai Tidak ada
Harga Komoditas Cabai Tidak ada
Produktivitas Komoditas Jambu Mete -
Luas Komoditas Jambu Mete 14 Ha
Harga Komoditas Jambu Mete Rp18.000-Rp20.000/kg
Produktivitas Komoditas Wijen Tidak ada
Luas Komoditas Wijen Tidak ada
Harga Komoditas Wijen Tidak ada
Produktivitas Komoditas Pisang -
Luas Komoditas Pisang 8 Ha
Harga Komoditas Pisang -
Produktivitas Komoditas Tembakau -
Luas Komoditas Tembakau 9 Ha
Harga Komoditas Tembakau Rp100.000/Tumpi
Produktivitas Komoditas Jeruk Tidak ada
Luas Komoditas Jeruk Tidak ada
Harga Komoditas Jeruk Tidak ada
Data Komoditas Peternakan
Jumlah Komoditas Ternak 2 Komoditas
Jenis Komoditas Ternak Sapi, Kambing
Produksi Ternak -
Fasilitas Pendukung Peternakan -
Produk Turunan Komoditas Ternak -
Data Komoditas Perikanan dan Kelautan
Jumlah Komoditas Perikanan dan Kelautan 4 Komoditas
Jenis Komoditas Perikanan dan Kelautan Kakap Merah, Kerapu, Tuna, Cumi
Produksi Perikanan dan Kelautan -
Fasilitas Pendukung Perikanan dan Kelautan -
Produk Turunan Perikanan dan Kelautan -
Data Lingkungan dan Biofisik
Ketinggian Rata-rata 110,09 m
Kelerengan Rata-rata 0.1129
Tanah Dominan Ustipsamments , Haplustands
Curah Hujan Rata-rata Harian 8.02 mm/hari
Total Curah Hujan Tahunan 2929 mm
Suhu Rata-rata Tahunan 27.76 °C
Suhu Rata-rata Harian Permukaan Tanah Siang Hari 37.45 °C
Evapotranspirasi Tahunan 1.54 mm
Risiko Bencana Tanah Longsor Rendah
Risiko Bencana Kekeringan Tinggi
Risiko Bencana Letusan Gunung Berapi Rendah
Risiko Bencana Banjir Bandang Tinggi
Risiko Bencana Gempa Bumi Tinggi
Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Sedang
Risiko Bencana Cuaca Ekstrim Tinggi
Risiko Bencana Likuefaksi Tanah Rendah
Nilai Rata-rata NDVI 0,6
Kelembapan Relatif (RH) 78,98%
Unsur Hara dan Retensi Hara
Persiapan Contoh Tanah 1
pH H2O 6,89
pH KCl 5,41
C-Organik 0,75 %
N-Total 0,15 %
P-Tersedia (Olsen) 43,6 ppm P₂O₅
KTK 9,48 cmol/kg
Mg-dd 1,56 cmol Mg/kg
Ca-dd 5,86 cmol Ca/kg
K-dd 0,93 cmol K/kg
Na-dd 0,15 cmol Na/kg
Al-dd 0,18 cmol Al/kg
H-dd 0,42 cmol H/kg
P Potensial 317 mg P₂O₅/100g
K Potensial 263 mg K₂O/100g
K-Tersedia (Olsen) 66,9 ppm K₂O
Kejenuhan Basa -
Sodisitas 7.55
Hara Tersedia 0.0522
Retensi Hara Sedang
Data Teknis dan Tantangan Lapangan
Keluhan atau Hambatan Teknis Terkait Komoditas Pertanian Tadah Hujan, Sulitnya akses sinyal serta Kerusakan jalan usaha.